Pembuatan Akik Batu Luk Ula melalui beberapa tahap yaitu:
- Pencarian Bahan Batuan, Pencarian batuan bahan tidak bisa dipastikan, artinya; saat mencari batuan bahan, kita tidak bisa memastikan akan mendapatkan batuan bahan jenis tertentu. Semua bergantung pada keberuntungan dan julung (bahasa jawa yang berarti sesuai dengan grade jiwa dan spiritual sang pencari. Maka terkadang dalam mencari batuan bahan, para pencari batu melakukan tirakat atau puasa yang bertujuan agar bersihnya raga, kejernihan batin dan ruhani akan menciptakan hukum ketertarikan dan kesepadanan antara pencari batuan sebagai mikrokosmos dengan batuan bahan sebagai makrokosmos. Hal ini dikarenakan Batu Mulia Luk Ula sangat sulit dideteksi. Kebanyakan terbungkus kulit dengan warna yang tidak sama dengan dalamnya. Banyak yang menemukan batuan bahan dengan corak dan warna kulit yang indah, akan tetapi setelah dipecah dalamnya tidak jenih dan merupakan batuan biasa. Batuan bahan yang bagus dan mengandung daya induksi makrokosmos yang kuat kebanyakan terbungkus oleh kulit yang biasa dan pekat sehingga dalam mencari bahan di lokasi terkadang diperlukan palu untuk memecah batuan bahan temuan. Apakah benar – benar bagus dan tergolong batu mulia, atau hanya merupakan batu biasa? Dalam satu bulan pencarian terkadang bisa terjadi si pencari batuan tidak mendapatkan batuan bahan Luk Ula.
- Pembentukan, Proses pembentukan adalah proses dibentuknya batuan bahan menjadi batuan akik sesuai dengan keinginan. Dimulai dari pengamplasan kasar, sedang dan halus hingga batuan terbentuk menjadi akik yang diinginkan.
- Penyanglingan, Penyanglingan adalah proses finishing berupa pengkilapan batuan yang sebelumnya tidak hidup dan memantulkan cahaya dikarenakan proses pengamplasan. Penyanglingan tradisional dilakukan dengan menggosok batuan menggunakan klaras (daun pisang yang telah kering) atau pring wulung (bambu wulung). Saat ini dikenal penyanglingan secara praktis yakni dengan menggosoknya menggunakan serbuk khusus buatan. Bagaimanapun, agar daya induksi batuan maksimal, gunakan media penyanglingan alami yakni klaras ataupun pring wulung.
0 comments:
Post a Comment